PENDAPATAN NASIONAL

Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

Sejarah

Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh [[Sir William Petty]] dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun [[1665]]. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (”Gross National Product”, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.

Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional

* ”’Produk Domestik Bruto (GDP)”’

*: Produk domestik bruto (”Gross Domestic Product”) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.

[[Berkas:Downtown New York City from the Empire State Building June 2004.JPG|200px|thumb|right|Pendapatan nasional merupakan salah satu ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara]]

* ”’Produk Nasional Bruto (GNP)”’

*: Produk Nasional Bruto (”Gross National Product”) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.

* ”’Produk Nasional Neto (NNP)”’

*: Produk Nasional Neto (”Net National Product”) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut ”replacement”). ”Replacement” penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.

* ”’Pendapatan Nasional Neto (NNI)”’

*: Pendapatan Nasional Neto (”Net National Income”) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh [[masyarakat]] sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang [[pajak|pajak tidak langsung]]. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.

* ”’Pendapatan Perseorangan (PI)”’

*: Pendapatan perseorangan (”Personal Income”)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (”transfer payment”). ”Transfer payment” adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).

* ”’Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)”’

*: Pendapatan yang siap dibelanjakan (”Disposable Income”) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. ”Disposable income” ini diperoleh dari ”personal income” (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (”direct tax”) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

== Penghitungan ==

[[Berkas:Bank Jabar Bandung 2.jpg|thumb|150px|Jasa perbankan turut mempengaruhi besarnya pendapatan nasional]]

Pendapatan negara dapat dihitung dengan tiga pendekatan, yaitu:

* Pendekatan pendapatan, dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor-faktor produksi yang diberikan kepada [[perusahaan]].

* Pendekatan produksi, dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang [[industri]], [[agraris]], [[ekstraktif]], [[jasa]], dan [[niaga]] selama satu periode tertentu. Nilai produk yang dihitung dengan pendekatan ini adalah nilai ”jasa” dan ”barang jadi” (bukan bahan mentah atau barang setengah jadi).

* Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (”Consumption”), pemerintah (”Government”), pengeluaran investasi (”Investment”), dan selisih antara nilai ekspor dikurangi impor (<math>X-M</math>)

{{clear}}

== Manfaat ==

Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara [[industri]], [[pertanian]], atau negara [[jasa]]. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa [[Indonesia]] termasuk negara pertanian atau agraris, [[Jepang]] merupakan negara industri, [[Singapura]] termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.

Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

== Faktor yang memengaruhi ==

* ”’Permintaan dan penawaran agregat”’

*: Permintaan agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan permintaan terhadap barang-barang dan jasa sesuai dengan tingkat harga. Permintaan agregat adalah suatu daftar dari keseluruhan barang dan jasa yang akan dibeli oleh sektor-sektor ekonomi pada berbagai tingkat harga, sedangkan penawaran agregat menunjukkan hubungan antara keseluruhan penawaran barang-barang dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan dengan tingkat harga tertentu.

*: [[Berkas:Shogun sushi in Birmingham by KateMonkey.jpg|200px|thumb|right|Konsumsi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional]] Jika terjadi perubahan permintaan atau penawaran agregat, maka perubahan tersebut akan menimbulkan perubahan-perubahan pada tingkat harga, tingkat pengangguran dan tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan. Adanya kenaikan pada permintaan agregat cenderung mengakibatkan kenaikan tingkat harga dan output nasional (pendapatan nasional), yang selanjutnya akan mengurangi tingkat pengangguran. Penurunan pada tingkat penawaran agregat cenderung menaikkan harga, tetapi akan menurunkan output nasional (pendapatan nasional) dan menambah pengangguran.

* ”’Konsumsi dan tabungan”’

*: Konsumsi adalah pengeluaran total untuk memperoleh barang-barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun), sedangkan tabungan (”saving”) adalah bagian dari pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi. Antara konsumsi, pendapatan, dan tabungan sangat erat hubungannya. Hal ini dapat kita lihat dari pendapat ”’Keynes”’ yang dikenal dengan ”[[psychological consumption]]” yang membahas tingkah laku masyarakat dalam konsumsi jika dihubungkan dengan pendapatan.

* ”’Investasi”’

*: Pengeluaran untuk investasi merupakan salah satu komponen penting dari pengeluaran agregat.

Produk domestic bruto

Produk domestik bruto, PDB, didefinisikan sebagai total nilai dari semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah selama tahun tertentu. PDB dirancang untuk mengukur nilai pasar produksi yang mengalir melalui perekonomian.

  • Hanya mencakup barang dan jasa yang dibeli oleh pengguna akhir mereka, sehingga GDP mengukur produksi akhir.
  • Hanya menghitung barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri perbatasan sepanjang tahun, baik oleh warga negara atau orang asing.
  • Termasuk transaksi keuangan dan pembayaran transfer karena mereka tidak mewakili produksi saat ini.
  • Mengukur output dan pendapatan, yang sama.

Bedakan antara GDP dan GNP Produk Nasional Bruto

PDB berbeda dari Produk Nasional Bruto (PNB), di antar negara tidak termasuk pendapatan transfer, dalam efek menghubungkan ke wilayah produk yang dihasilkan di dalamnya daripada pendapatan yang diterima di dalamnya. Pada dasarnya, PDB = GNP – NFP (pembayaran faktorbersih).

Real GDP dan GDP Nominal

Nominal GDP mengukur nilai output selama tahun tertentu menggunakan harga yang berlaku selama tahun itu. Seiring waktu, tingkat umum harga naik karena inflasi, yang menyebabkan peningkatan GDP nominal bahkan jika volume barang dan jasa yang dihasilkan tidak berubah.

Real GDP mengukur nilai output dalam dua tahun atau lebih yang berbeda dengan menilai barang dan jasa disesuaikan dengan inflasi. Sebagai contoh, jika kedua yang “GDP nominal” dan tingkat harga dua kali lipat antara tahun 1995 dan 2005, “GDP riil” akan tetap sama. Untuk tahun ke tahun pertumbuhan PDB, “GDP riil” biasanya digunakan sebagai memberikan pandangan yang lebih akurat ekonomi.

Hubungan antara Real GDP dan GDP Nominal

PDB riil dihitung dengan menggunakan harga konstan sedangkan GDP nominal menggunakan harga saat ini. [1]Perbedaan antara GDP nominal dan GDP riil adalah karena tingkat inflasi di pasar.

Contoh sederhana:

Ekonomi sederhana kita hanya menghasilkan apel dan pir. Harga untuk sebuah apel adalah $ 2 pada tahun 2000, sedangkan harga buah pir adalah $ 3. Tahun yang sama, kami memproduksi 100 apel dan 50 pir. Pada tahun 2005, karena inflasi harga apel naik menjadi $ 3, sedangkan harga buah pir adalah $ 4 pada tingkat produksi yang sama.

Nominal PDB pada tahun 2000 adalah $ 350 dan nominal PDB pada tahun 2005 adalah $ 500. Namun GDP riil tidak berubah, karena perubahan hanya GDP riil dengan perubahan tingkat produksi dan karenanya adalah ukuran yang lebih baik bagi perekonomian.

Tiga Pendekatan untuk Mengukur PDB

1. Pengeluaran Pendekatan:

The total pengeluaran pada semua barang dan jasa akhir (Konsumsi barang dan jasa (C) + Bruto Investasi (I) + Belanja Pemerintah (G) + (Ekspor (X) – Impor (M))

PDB = C + I + G + (XM)

2. Pendekatan pendapatan (NY = Pendapatan Nasional)

Menggunakan Pendekatan Pendapatan PDB dihitung dengan menjumlahkan pendapatan faktor untuk faktor-faktor produksi dalam masyarakat. Ini termasuk

Kompensasi karyawan + Corporate keuntungan + pemilik’s Pendapatan + Pendapatan sewa + Net Interest

3. Pendekatan nilai tambah:

Nilai penjualan barang – pembelian barang-barang perantara untuk menghasilkan barang yang dijual.

Bedakan antara deflator GDP dan indeks harga konsumen

Anda memiliki pendekatan ketiga, yang merupakan pendekatan Output: PDB = Total Value Added dari semua

[sunting ]keterbatasan utama dari PDB

  • Tidak mengukur kualitas hidup.
  • Tidak mengukur standar hidup.
  • Perubahan harga.
  • Tenaga kerja yang tidak dibayar tidak diperhitungkan.

Deflator PDB

Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas

Dalam ilmu ekonomi, yang PDB deflator (deflator harga implisit untuk GDP) adalah ukuran tingkat harga semua baru, diproduksi di dalam negeri, barang dan jasa akhir dalam suatu perekonomian. PDB merupakan singkatan dari produk domestik bruto, total nilai semua barang dan jasa yang dihasilkan di dalam perekonomian selama jangka waktu tertentu.

Perhitungan

[sunting ]Pengukuran rekening nasional

Pada kebanyakan sistem rekening nasional deflator GDP mengukur rasio nominal (atau arus harga) untuk PDB riil (atau rantai volume) mengukur dari PDB. Rumus yang digunakan untuk menghitung deflator adalah:

Membagi GDP nominal dengan deflator GDP dan mengalikannya dengan 100 akan kemudian memberikan angka riil PDB, maka nominal PDB mengempis menjadi ukuran nyata.[1]

Hal ini seringkali berguna untuk mempertimbangkan deflator harga implisit untuk GDP subkategori tertentu, seperti perangkat keras komputer. Dalam hal ini, adalah berguna untuk memikirkan deflator harga sebagai rasio dari tahun sekarang harga yang baik untuk harga pada tahun dasar. Harga pada tahun dasar dinormalkan ke 100. Sebagai contoh, untuk perangkat keras komputer, kita dapat mendefinisikan sebuah “unit” untuk menjadi sebuah komputer dengan tingkat tertentu kekuatan pemrosesan, memori, hard drive space dan seterusnya. Sebuah deflator harga 200 berarti bahwa saat ini harga tahun daya komputasi ini adalah dua kali tahun dasar harga – harga inflasi. Sebuah deflator harga dari 50 berarti bahwa tahun saat ini harga adalah setengah tahun dasar harga – harga deflasi.

Tidak seperti beberapa indeks harga, deflator GDP tidak didasarkan pada tetap keranjang barang dan jasa. Keranjang diperbolehkan untuk mengubah dengan orang pola konsumsi dan [2]investasi. (Khususnya, untuk GDP, di “keranjang” dalam setiap tahun adalah himpunan semua barang yang diproduksi di dalam negeri, dibobot dengan nilai pasar dari total konsumsi dari setiap kebaikan.) Oleh karena itu, pola-pola pengeluaran baru yang diperbolehkan untuk muncul di deflator sebagai orang-orang menanggapi perubahan harga. Keuntungan dari pendekatan ini adalah bahwa deflator GDP mencerminkan up to date pola pengeluaran. Sebagai contoh, jika harga ayam relatif terhadap kenaikan harga daging sapi, orang akan cenderung menghabiskan lebih banyak uang untuk daging sapi sebagai pengganti ayam. Sebuah pengukuran keranjang pasar tetap akan merindukan perubahan ini.

Dalam prakteknya, perbedaan antara deflator dan indeks harga seperti indeks harga konsumen (CPI) seringkali relatif kecil. Di sisi lain, dengan pemerintah di negara-negara maju semakin memanfaatkan indeks harga untuk segala sesuatu mulai dari kebijakan fiskal dan moneter berencana untuk pembayaran kepada penerima program sosial, yang bahkan perbedaan-perbedaan kecil antara inflasi dapat mengukur perubahan anggaran pendapatan dan pengeluaran oleh jutaan atau miliaran dolar.

[sunting ]Amerika Serikat

GDP dan GDP Deflator dihitung oleh Biro Analisis Ekonomi (BEA).

[sunting ]Inggris

GDP Deflator PDB seri dan diterbitkan oleh Kantor Statistik Nasional.

GDP real vs nominal

GDP dihitung dengan mengalikan total output nasional suatu negara dengan harga output. Misalnya sebuah negara hanya menghasilkan tiga jenis output pada tahun 2000 :
A = 1000 unit
B = 2000 unit
C = 3000 unit

Jika harga A, B, dan C masing adalah $100, $200, dan $150, maka GDP negara tersebut adalah sebesar :
A = 1000 unit x $100 = $100.000
B = 2000 unit x $200 = $400.000
C =  3000 unit x $100 = $300.000 +
Total GDP                       $800.000

GDP Nominal

GDP nominal dihitung dengan mengalikan jumlah output dengan harga pasar output (atau GDP nominal = P x Q). Misalkan pada tahun 2001 output negara tidak berubah, namun terjadi inflasi sebesar 10% sehingga harga produk A, B, dan C masing-masing naik sebesar 10%. Maka perhitungan GDP secara nominal untuk tahun 2001 adalah sebagai berikut :

A = 1000 unit x $110 = $110.000
B = 2000 unit x $220 = $440.000
C = 3000 unit x $110 = $330.000 +
Total GDP                       $880.000

Melalui perhitungan GDP nominal, perbandingan antara tahun 2000 dan 2001 menunjukkan adanya pertumbuhan GDP sebesar 10%. Namun perlu diperhatikan bahwa output tidak berubah (yaitu unit output tetap sama dengan tahun sebelumnya). Pertumbuhan GDP sebesar 10% terjadi karena ada inflasi (kenaikan harga), bukan karena ada peningkatan jumlah output. Oleh karena itu, perhitungan GDP secara nominal dapat menimbulkan kesalahan dalam menentukan pertumbuhan ekonomi (GDP) suatu negara.

GDP Riil

GDP riil menghitung GDP dengan mengalikan jumlah output dengan harga yang konstan, artinya tidak menggunakan harga pasar yang berlaku pada tahun tersebut. Harga konstan ini dapat ditentukan dengan menggunakan satu tahun dasar yang mana harganya dijadikan acuan. Pada contoh ini, diasumsikan harga adalah berdasarkan tahun dasar 2000. Maka selanjutnya kita perlu menghitung deflator harga untuk 2001, yaitu :

Deflator harga 2001 = GDP nominal / GDP riil (Q)
= 880.000 / 800.000
= 1,1

Setelah diketahui deflator harga tahun 2001, maka GDP riil dapat diketahui sebagai berikut :

GDP riil 2001 = GDP nominal 2001 / Deflator harga 2001

= $880.000 / 1,1
= $800.000

Sehingga diketahui bahwa GDP riil pada tahun 2001 ternyata sama dengan GDP tahun sebelumnya, artinya tidak ada pertumbuhan output. Negara-negara umumnya mengacu pada GDP riil ketika mereka menghitung dan mempublikasikan angka GDP-nya.
Pada perhitungan GDP, dapat juga ditemui terjadi pertumbuhan baik pada perhitungan GDP riil maupun nominal, namun GDP nominal tumbuh lebih banyak. Hal ini mengimplikasikan bahwa output nasional memang meningkat, namun disertai pula dengan inflasi.

GDP and CPI

Dua perbedaan:

1) PDB Deflator harga mencerminkan semua barang dan jasa yang dihasilkan di dalam negeri, sedangkan IHK mencerminkan harga sebuah keranjang perwakilan barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen.

2) CPI menggunakan keranjang tetap barang dan jasa sedangkan deflator GDP dibandingkan harga saat ini diproduksibarang-barang relatif terhadap harga barang di tahun dasar.

Kemiripan (1) Perbedaan (8) Show All (9)

PDB GNP Sembunyikan Semua
Definisi: Nilai perkiraan nilai total suatu negara ‘s produksi dan jasa, dihitung selama satu tahun PDB (+) total capital gain dariinvestasi luar negeri (-)pendapatan yang diperoleh oleh warga negara asing di dalam negeri sembunyi
Singkatan dari: Produk Domestik Bruto Produk Nasional Bruto sembunyi
Formula untuk Perhitungan: PDB = konsumsi + investasi + (pengeluaran pemerintah) + (ekspor – impor) GNP = GDP + NR (Net pendapatandari aset di luar negeri (NetIncome Penerimaan)) sembunyi
Awam Usage: Total nilai produk & Jasa diproduksi di dalam batas teritorialsebuah negara Total nilai Barang dan Jasa yang diproduksi oleh semua warga negara dari suatu negara (baik di dalam maupun di luar negeri) sembunyi
Penggunaan: Bisnis, Economic Forecasting Bisnis, Economic Forecasting sembunyi
Negara dengan Tertinggi Per Kapita (US $): Luxembourg ($ 87,400) Luxembourg ($ 45,360) sembunyi
Negara dengan Terendah Per Kapita (US $): Liberia ($ 16) Mozambik ($ 80) sembunyi
Negara dengan Tertinggi (Kumulatif): Amerika Serikat ($ 13,06 Triliun pada tahun 2006) USA (~ $ 11,5 Triliun di 2005) sembunyi
Aplikasi (Konteks di mana istilah ini digunakan): Untuk melihat kekuatan suatu negara ‘s ekonomi lokal Untuk melihat bagaimana warga negara dari negara yang melakukan ekonomi semb

Perbedaan GDP dan GNP

GDP singkatan dari Produk Domestik Bruto, bernilai total diperkirakan dalam nilai mata uang suatu negara produksi pada tahun tertentu, termasuk sektor jasa, penelitian, dan pengembangan. Yang diterjemahkan menjadi jumlah dari semua produksi industri, bekerja, penjualan, bisnis dan aktivitas sektor jasa di negara ini. Biasanya ini dihitung selama satu tahun, tetapi mungkin ada analisa pendek dan jangka panjang tren yang akan digunakan untuk perkiraan perekonomian. Gross Domestic Product juga dapat dihitung berdasarkan per kapita (atau per orang) dasar untuk memberikan relatif contoh dari ekonomi pembangunan bangsa-bangsa.

GNP singkatan dari Produk Nasional Bruto. Secara umum, GNP berarti total dari semua bisnis sektor jasa produksi dan industri di suatu negara ditambah keuntungan pada investasi luar negeri. Dalam beberapa kasus GNP juga akan dihitung dengan mengurangi keuntungan modal dari negara asing atau perusahaan yang diperoleh di dalam negeri. Melalui GNP potret yang akurat dari ekonomi tahunan bangsa dapat dianalisis dan dipelajari untuk tren sejak GNP menghitung total pendapatan dari semua warga negara suatu negara. Hal ini memberikan gambaran yang jauh lebih realistis daripada pendapatan negara asing di negeri ini karena lebih dapat diandalkan dan permanen di alam. Produk Nasional Bruto juga dapat diperhitungkan atas dasar per kapita untuk menunjukkan daya beli konsumen individu tertentu dari negara, dan rata-rata perkiraan kekayaan, upah, dan distribusi kepemilikan dalam suatu masyarakat.

Perhitungan PDB vs GNP

[  sunting ]Bagaimana PDB dihitung

PDB negara didefinisikan sebagai total nilai pasar semua final barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negaradalam suatu periode waktu tertentu (biasanya satu tahun kalender). Hal ini juga dianggap sebagai jumlah nilai tambah pada setiap tahap produksi (tahap setengah jadi) dari semua akhir barang dan jasa yang dihasilkan dalamsuatu negara dalam jangka waktu tertentu.

Pendekatan yang paling umum untuk mengukur dan pemahaman PDB metode pengeluaran adalah:
PDB = konsumsi + investasi + (pengeluaran pemerintah) + (ekspor – impor), atau,
PDB = C + I + G + (XM)

[  sunting ]Bagaimana GNP dihitung

Ada berbagai cara untuk menghitung GNP angka. Pendekatan pengeluaran menentukan permintaan agregat, atau Pengeluaran Nasional Bruto, dengan menjumlahkan konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah dan net ekspor. The pendapatan pendekatan dan pendekatan keluaran terkait erat jumlah upah, sewa, bunga, laba, non pendapatanbiaya, dan faktor luar negeri bersih pendapatan yang diterima. Tiga metode yang menghasilkan hasil yang sama karena pengeluaran total untuk barang dan jasa (GNE) adalah sama dengan nilai barang dan jasa diproduksi (PNB) yang sama dengan total pendapatan yang dibayarkan kepada faktor-faktor yang menghasilkan barang dan jasa(GNI)

Pengeluaran Pendekatan untuk menghitung GNP:
GNP = GDP + NR (Net pendapatan dari aset di luar negeri (Net Income Penerimaan))

[  sunting ]Aplikasi dari GDP dan GNP nomor

Angka PDB dan GNP keduanya dihitung per kapita dasar untuk memberikan potret sebuah negara ‘s pembangunan ekonomi. PDB Produk Domestik Bruto dapat dibandingkan secara langsung dengan GNP atau Produk Nasional Bruto, untuk melihat hubungan antara negara ‘s ekspor bisnis dan ekonomi lokal. Daerah GDP adalah salah satu cara untuk mengukur ukuran ekonomi lokal sedangkan ukuran GNP keseluruhan kekuatan ekonomi suatu negara. Angka-angka ini juga dapat digunakan untuk menganalisis distribusi kekayaan seluruh masyarakat, atau rata-rata daya beli individu di negeri dll

Peningkatan ekspor dari suatu negara akan mengakibatkan peningkatan PDB dan GNP kedua negara. Sejalan dengan itu, peningkatan impor akan menurun GDP dan GNP. Namun, kadang-kadang kenaikan ekspor mungkin hanya mengakibatkan peningkatan GDP dan bukan GNP. Hubungan yang tepat akan tergantung pada kewarganegaraanstatus perusahaan melakukan ekspor atau impor. Eg. jika Microsoft Corporation memiliki 100% dimiliki anak perusahaan di India, dan kantor itu ekspor US $ 2 Miliar layanan senilai dari India, lalu US $ 2 Miliar akan ditambahkan ke PDB India. Namun, hal itu tidak akan ditambahkan ke angka GNP karena ekspor dilakukan oleh sebuah perusahaan AS dan bukan perusahaan India.

Indeks Harga Konsumen (CPI)

Indeks harga konsumen atau IHK adalah ukuran yang lebih langsung dari PDB per kapita standar hidup di suatu negara. Hal ini didasarkan pada biaya keseluruhan keranjang tetap barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen yang khas, relatif terhadap harga keranjang yang sama pada tahun dasar. Dengan memasukkan berbagai ribuan barang dan jasa dengan tetap keranjang, CPI dapat memperoleh perkiraan yang akurat biaya hidup. Penting untuk diingat bahwa CPI bukan merupakan nilai dolar seperti GDP, melainkan sebuah nomor indeks atau persentase perubahan dari tahun dasar.

Membangun CPI

Setiap bulan, Biro Statistik Tenaga Kerja menerbitkan CPI yang diperbarui. Walaupun dalam praktek ini adalah tugas yang cukup berat yang memerlukan pertimbangan dari ribuan item dan harga, dalam teori komputasi CPI sederhana.

CPI dihitung melalui proses empat langkah.

  1. Keranjang tetap barang dan jasa didefinisikan. Ini memerlukan mencari tahu di mana konsumen umumnya menghabiskan uangnya. Biro Statistik Tenaga Kerja survei konsumen untuk mengumpulkan informasi ini.
  2. Harga untuk setiap item dalam keranjang tetap ditemukan. Karena keranjang yang sama barang dan jasa yang digunakan di sejumlah periode waktu untuk menentukan perubahan-perubahan dalam CPI, harga untuk setiap item dalam keranjang tetap harus ditemukan untuk setiap titik waktu.
  3. Biaya tetap keranjang barang dan jasa harus dihitung untuk setiap jangka waktu. Seperti menghitung GDP, biaya tetap keranjang barang dan jasa dapat diperoleh dengan mengalikan kuantitas setiap item kali harganya.
  4. Sebuah tahun dasar yang dipilih dan indeks dihitung. Harga keranjang tetap barang dan jasa untuk setiap perbandingan tahun kemudian dibagi dengan harga tetap barang dalam keranjang tahun dasar. Hasilnya dikalikan dengan 100 untuk memberikan tingkat relatif biaya hidup antara tahun dasar dan perbandingan tahun.

Gambar%: Barang dan Jasa Dikonsumsi di Negara B

Sebagai contoh, mari kita menghitung IHK untuk Negara B. Dalam contoh sederhana ini, konsumen di Negara B hanya membeli pisang dan backrubs (beruntung orang-orang bodoh). Langkah pertama adalah untuk memperbaiki keranjang barang. Khas konsumen di Negara B pembelian 5 pisang dan 2 backrubs dalam periode waktu tertentu, sehingga kita tetap keranjang adalah 5 pisang dan 2 backrubs. Langkah kedua adalah untuk menemukan harga-harga barang-barang tersebut untuk setiap jangka waktu. Data ini dilaporkan dalam tabel di atas. Langkah ketiga adalah untuk menghitung biaya keranjang untuk setiap jangka waktu. Dalam jangka waktu 1, tetap biaya keranjang (5 x $ 1) + (2 x $ 6) = $ 17. Dalam jangka waktu 2 keranjang biaya tetap (5 x $ 2) + (2 x $ 7) = $ 24. Dalam jangka waktu 3 keranjang biaya tetap (5 x $ 3) + (2 x $ 8) = $ 31. Langkah keempat adalah memilih tahun dasar dan untuk menghitung CPI. Karena setiap tahun dapat berfungsi sebagai tahun dasar, mari kita memilih jangka waktu 1. CPI untuk jangka waktu 1 adalah ($ 17 / $ 17) x 100 = 100. CPI untuk jangka waktu 2 adalah ($ 24 / $ 17) x 100 = 141. CPI untuk jangka waktu 3 adalah ($ 31 / $ 17) x 100 = 182. Karena harga barang dan jasa yang terdiri dari keranjang tetap meningkat dari waktu ke waktu periode 1 periode 3, CPI juga meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan biaya hidup di periode ini.

Perubahan dalam IHK dari waktu ke waktu

Sebagaimana telah kita lihat, CPI perubahan dari waktu ke waktu sebagai harga yang berhubungan dengan item dalam keranjang barang tetap berubah. Dalam contoh saja dieksplorasi, CPI dari Negara B meningkat dari 100 untuk 141-182 dari waktu ke waktu periode 1 periode 3. Perubahan persentase pada tingkat harga dasar dari tahun ke tahun perbandingan dihitung dengan mengurangkan 100 dari CPI. Dalam contoh ini, perubahan persentase dalam tingkat harga dari periode dasar (waktu periode 1) untuk jangka waktu 2 adalah 141-100 = 41%. Perubahan persentase tingkat harga dari waktu ke waktu periode 1 periode 3 adalah 182-100 = 82%. Dengan cara ini, perubahan dalam biaya hidup dapat dihitung sepanjang waktu.

Masalah CPI

Sementara CPI adalah cara yang nyaman untuk menghitung biaya hidup dan tingkat harga relatif sepanjang waktu, karena didasarkan pada keranjang barang tetap, tidak sepenuhnya akurat memberikan perkiraan biaya hidup. Tiga masalah dengan layak CPI menyebutkan: substitusi bias, pengenalan item baru, dan perubahan kualitas. Mari kita periksa masing-masing secara rinci.

Pergantian Bias

Masalah pertama dengan CPI adalah bias substitusi. Sebagai harga barang dan jasa berubah dari tahun ke tahun berikutnya, mereka tidak semua perubahan dengan jumlah yang sama. Jumlah spesifik konsumen membeli item yang dapat berubah tergantung pada harga-harga relatif tetap item dalam keranjang. Tapi karena keranjang adalah tetap, CPI tidak mencerminkan preferensi konsumen untuk item yang kecil kenaikan harga dari tahun ke tahun berikutnya. Sebagai contoh, jika harga di Negara B backrubs melonjak sampai $ 20 dalam jangka waktu 4 sementara pisang tetap biaya tetap pada $ 3, konsumen akan cenderung membeli lebih banyak dan lebih sedikit backrubs pisang. Fenomena intuitif ini menggantikan konsumen membeli barang dengan harga rendah untuk barang dengan harga lebih tinggi tidak dihitung oleh CPI.

Pengenalan Produk Baru

Masalah kedua dengan CPI adalah pengenalan item baru. Dengan berjalannya waktu, item baru masuk ke dalam keranjang barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen yang khas. Sebagai contoh, jika dalam jangka waktu 4 konsumen di Negara B mulai membeli buku-buku, ini perlu dimasukkan dalam perkiraan yang akurat biaya hidup. Tapi karena CPI hanya menggunakan tetap keranjang barang, pengenalan produk baru tidak dapat tercermin. Sebaliknya, item baru, buku, yang tertinggal dari perhitungan untuk menjaga periode waktu 4 dibandingkan dengan periode waktu sebelumnya.

Perubahan Kualitas

Masalah ketiga dengan CPI adalah bahwa perubahan dalam kualitas barang dan jasa yang tidak ditangani dengan baik. Ketika sebuah barang dalam keranjang tetap barang yang digunakan untuk menghitung CPI bertambah atau berkurang dalam kualitas, nilai dan keinginan untuk perubahan item. Misalnya, jika backrubs dalam jangka waktu 4 tiba-tiba menjadi jauh lebih memuaskan daripada dalam periode waktu sebelumnya, tetapi harga backrubs tidak berubah, maka biaya hidup akan tetap sama sementara standar hidup akan meningkat. Perubahan ini tidak akan tercermin dalam CPI dari tahun ke tahun berikutnya. Sementara Biro Statistik Tenaga Kerja upaya untuk mengatasi masalah ini dengan menyesuaikan harga barang dalam perhitungan, dalam kenyataannya ini masih menjadi masalah besar bagi CPI.

Unemployment

Membagi jumlah pengangguran dengan jumlah orang dalam angkatan kerja kemudian kalikan dengan 100.

Ex.

Tenaga kerja: 130,5 Juta
Pengangguran: 7,2 Juta

7.2/130.5 x 100 = 5,5%

Perekonomian terbuka

Sebuah perekonomian terbuka adalah perekonomian di mana terdapat kegiatan ekonomi antara masyarakat domestik dan luar, misalnya orang, termasuk bisnis, dapat perdaganganbarang dan jasa dengan orang lain dan bisnis di komunitas internasional, dan aliran dana sebagai investasi di seberang perbatasan. Hal ini kontras dengan perekonomian tertutup di manaperdagangan internasional dan keuangan tidak dapat dilakukan.

Tindakan menjual barang atau jasa kepada negara asing disebut mengekspor. Tindakan membeli barang atau jasa dari negara asing disebut mengimpor. Bersama-sama ekspor dan impor secara kolektif disebut perdagangan internasional.

Ada sejumlah keuntungan bagi warga negara dari sebuah negara dengan perekonomian terbuka. Salah satu keuntungan utama adalah bahwa warga negara konsumen memiliki jauh lebih besar berbagai barang dan jasa dari yang untuk memilih. Selain itu, konsumen memiliki kesempatan untuk menginvestasikan tabungan di luar negeri.

Dalam perekonomian terbuka, pengeluaran suatu negara pada suatu tahun tertentu tidak perlu sama dengan output barang dan jasa. Sebuah negara dapat menghabiskan lebih banyak uang daripada yang dihasilkan oleh pinjaman dari luar negeri, atau dapat menghabiskan waktu kurang dari yang memproduksi dan meminjamkan perbedaan untuk orang asing.

Ekonomi model ekonomi terbuka

model dasar

Model ekonomi dasar dari ekonomi terbuka adalah sama dengan sebuah perekonomian tertutupmodel kecuali dua istilah baru ditambahkan: Ekspor (E X) dan impor (I M):

Y C d saya d G d E X

Y = C + I + G + (EX-IM)

Dengan Y menjadi produk domestik bruto / pendapatan nasional, C d adalah konsumen konsumsi barang dan jasa domestik, aku d adalah investasi dalam barang dan jasa domestik, G d adalah pengeluaran pemerintah pada barang dan jasa domestik. Istilah (E X Aku M) biasanya disebut ekspor neto dan kadang-kadang ditunjuk dengan istilah NX.

Dalam perekonomian tertutup: Nasional tabungan = Investasi. Negara perekonomian tertutup dapat meningkatkan kekayaan hanya dengan mengumpulkan modal baru.