The Lost Symbol

Detail:

Judul : The Lost Symbol
Penulis : Dan Brown
Penerbit : Bentang Pustaka
Tanggal Terbit : Januari 2010

Dan Brown, seorang penulis yang mempunyai mantra sihir untuk membuat para pembaca tulisanya masuk ke dalam latar dan menjadi bagian dari ceritannya. Kepiawaiannya menuliskan semua seting dan latar ceritanya dengan begitu detail, tak terkecuali di tulisannya yang satu ini “The Lost Symbol”, anda akan serasa menjadi salah satu tokoh yang melihat langsung semua seting dalam cerita ini.

Sebelum buku ini dipublikasikan sebagai “The Lost Symbol” sebelumnya buku ini berjudul “The Solomon Key”, karena buku ini mengulas habis-habisan misteri klan Solomon dan ikatan persaudaraan Freemansonry. Walaupun buku ini adalah rangkaian sequel dari buku-buku sebelumnya, Angle and Deamon dan Da Vinci Code anda tidak perlu khawatir jika belum membaca kedua buku tersebut. The Lost Symbol menjelaskan semua detainya agar anda tidak bingung.

Kisahnya berawal dari sebuah undangan yang datang dari kawan lama Robert Langdon (seorang professor symbologi Harvard University) Peter Solomon (Seorang anggota Freemansonry dan salah seorang dari klan Solomon yang masih hidup) yang membawanya berakhir kepada sebuah petualangan liar yang tak akan mudah untuk Robert Lupakan. Sebuah petualangan yang membawa sang Profesor berkutat bersama sebuah konspirasi besar persaudaraan kuno Freemansonry, beberapa agen CIA, klan Solomon, dan pembunuh berdarah dingin Zackhary. Seperti biasanya Dan Brown menceritaka durasi cerita kurang dari 48 jam ini dalam lebih dari 600 halaman, ini lah yang menbuat karya-karyanya selalu gagal ketika diangkat menjadi sebuah filem. Kedetailan novel-novelnya selalu lebih memberikan kepuasan fantasi para pembacanya dari pada apa yang sutradara bisa visualisasikan di filem-filemnya.