Febryan Mujahid Panatagama (20090430023/IPIEF)

To fulfils the assignment of Macroeconomics

Lecturer: Dr. Masyhudi Muqarabin., SE., Msi., A.kt

Kabupaten bantul adalah salah satu kabupaten besar di Daerah Istimewa Yogyakarta, terdiri dari 17 kecamatan dengan penduduk yang bermata pencaharian yang beraneka ragam; antara lain dalam bidang  bidang pertanian, pertambangan dan penggalian, industri, listrik, gas, dan air, konstruksi, perdagangan, komunikasi/ transportasi, keuangan dan jasa lainnya, dengan prosentase sebagai berikut:

No Lapangan Pekerjaan Utama Persentase
1. Pertanian 25,56*
2. Pertambangan dan penggalian 1,98
3. Industri 18,95
4. Listrik, gas, dan air 0,07
5. Konstruksi 8,88
6. Perdagangan 21,16
7. Komunikasi/transportasi 4,64
8. Keuangan 1,61
9. Jasa 16,89
10. Lainnya 0,27
Jumlah 100,00

Sumber: BPS Kab. Bantul (tahun 2009)

Dengan prosentase penyerapan tenaga kerja dan pengangguran sebagai berikut:

DATA PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR PERINDUSTRIAN
TAHUN 2002 SAMPAI 2008

No TAHUN TENAGA KERJA
IND.FORMAL
TENAGA KERJA
IND. INFORMAL
JUMLAH
1. 2002 14.097 55.923 70.020
2. 2003 15.557 56.005 71.562
3. 2004 18.679 56.447 75.126
4. 2005 24.892 52.708 77.600
5. 2006 26.054 52.729 78.783
6. 2007 27.033 52.871 79.904
7. 2008 27.463 53.005 80.468

DATA PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR PERDAGANGAN
TAHUN 2002 SAMPAI 2008

No TAHUN TENAGA KERJA
PED.FORMAL
TENAGA KERJA
PED. INFORMAL
JUMLAH
1. 2002 22.470 9.601 32.071
2. 2003 24.953 9.919 34.872
3. 2004 27.827 11.375 39.202
4. 2005 30.372 11.191 41.563
5. 2006 33.395 11.560 44.955
6. 2007 35.816 11.615 47.431
7. 2008 36.617 11.735 48.352

DATA PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR KOPERASI
TAHUN 2002 SAMPAI 2008

No TAHUN TENAGA KERJA
K UD
TENAGA KERJA
NON KUD
JUMLAH
1. 2002 257 381 638
2. 2003 244 381 625
3. 2004 256 414 670
4. 2005 257 413 670
5. 2006 239 406 645
6. 2007 241 552 793
7. 2008 241 606 847

Sumber : Diperindagkop

* Berdasarkan data BPS kab.Bantul, mayoritas penduduk kabupaten Bantul adalah petani, pedagang, dan penyedia jasa.

Karena mayoritas penduduk kab.Bantul adalah petani, pedagang, dan penyedia jasa maka perekonomiannya sangant tergantung oleh goods and services markets pemerintah kabupaten harus bisa menjaga perekonomiannya dengan kebijakan-kebijakan yang lebih spesifik dan tepat sasaran.

Dalam perkembangannya pemerintah kabupaten bantul berhasil menjaga perekonomian daerahnya agar tetap stabil dan tidak fluktuatif. Pemerintah kabupaten Bantul menerapkan kebijakan yang pro petani dengan beperan sebagai pembeli beras dari petani dengan harga yang relatif kebih dari modal awal para petani untuk melindungi keberlangsungan hidup petani di Bantul.

Dalam bidang perdagangan pemerintah kabupaten bantuk memberlakukan kebijakan proteksi kepada pedagang-pedagang pasar tradisional dan pedagang-pedagang pribumi local dengan pemberlakuan S.K Bupati yang melarang Hyper Market, Alfa Mart, dan jaringan supermarket-supermarket lainnya untuk menancapkan ekspansi mereka di kawasan kabupaten Bantul. Dengan pengecualian supermarket-supermarket masyarakat local dengan catatan harus berjarak minimal 5-11 km dari pasar tradisional terdekat.

Kebijakan-kebijakan pro-rakyat tersebut yang berhasil membawa perekonomian kebupaten Bantul dalam kondisi yang selalu stabil, dan akan selalu diterapkan oleh siapapun pimpinan daerah yang terpilih.