Kawan-kawan telah terjadi perbedaan pendapat antara gw dan salah satu teman se Jurusan. Di kampus gw UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) sedang gencar2 nya internasionalisasi jurusan dan fakultas. Otomatis hapir disetiap fakulatas di UMY kini telah membuka kelas IC atau (international program). Neh dikampus gw ada 7 fakultas; FE dengan IPIEF, FH dengan IPOLS, FISIPOL engan ICIR&IGOV, FK dengan Summer’s school program. Semua serasa biasa-biasa saja dan berjalan pada peran dan tujuan masing-masing.

Ada anggapan miring yang menyatakan bahwa telah terjadi kesenjangan akademis dan sosial diantara Program Reguler dan Program Internasional. Yang sampai saat ini masih gw cari dan belum ketemu atas dasar apa alasan dan isu itu bisa muncul. Perbedaan fasilitas kah? jelas bukan, bukannya memang setiap mahasiswa sudah dijelaskan Hak dan Kewajibanya sebelum masing-masing mahasiswa memasuki lingkungan kampus, Perbedaan perlakuankah? Jelas bukan juga, semua mahasiswa diperlakukan sama oleh staff universitas, TU, Bank, dosen, tukang parkir, semua mahasiswa harus ngantri waktu key inn, semua harus ngantri waktu bayar SPP di bank, semua harus menaati peraturan kampus.

Yang mau gw sampaikan adalah kenapa harus ada opini negatif seperti ini di kampus tercinta, kita semua mahasiswa UMY mempunyai niat dan tujuan yang baik kok, semuanya ingin menuntut ilmu, semuanya ingin mengharumkan nama kampus, semuanya ingin belajar dan memperoleh pematangan cara berfikir dan kedewasaan.

Jadi tolong ya, hai orang-orang yang menghembuskan isu ini, sudah basi….. urus aja kuliah kalian masing-masing siapa tau ada yang belum beres. Kita Reguler dan IC un-separated unity. Hidup Reguler dan IC!!! Hidup UMY!!!!