Kesempatan yang terlewatkan itu hanya datang sekali…….

Yoi next post from me in this week, agan2 gw mau cerita neh tentang kegagalan gw untuk merealisasikan planning yang sebenernya sudah matang beberapa waktu silam. Sebenarnya minggu kemaren gw ama sahabat gw udah ngonsep sebuah Mini Cafe yang rencananya akan dibangun di depan kampus kita tercinta UMY. Semua konsep, proposal, taksiran modal, manejemen, dan lainnya telah terencana dengan matang.

Namun sayangnya, tempat yang sudah kami incar dan kami anggap paling pass and strategic buat Mini Cafe kita ternyata udah diserobot duluan ama orang lain selama kita mencari bantuan permodalan. Dan akhirnya tempat itu sekarang menjadi warung Burjo (Bubur Kacang Hijau) dan setiap kali kita berdua melewati warung itu kami selalu berkata “Ya Allah bakal calon mini cafe kita turun derajat jadi warung brjo???” Padahal omku yang punya cafe Steak di Ponorogo udah konfirmasi magang kita disana. Dan akhirnya gw sekarang diantara dua pilihan mau mencari tempat lain yang memungkinkan atau beralih ke bidang lain.

Datangnya kesempatan kedua……

Setelah gagal dalam realisasi Mini Cafe, datanglah kesempatan kedua. Ceritannya berawal dari kepulangan gw dari kampus abis rapat panitia OSPEK kampus tercinta. Tante gw (BULEEK) yang ceritanya dipercayai atasannya di yayasan SDIT tempat di bekerja dipercayai untuk mencari orang yang akan didayagunakan untuk mengelola asrama. Dan gw ditawarin jadi the language advisory gitu. Tapi…… masih mikir2 sih, profit and loss nya…..