Hampir dua pekan perhelatan akbar Muhammadiyah berlalu, namun bagi mantan relawan seperti gw ada banyak hal baru yang bisa gw lihat, gw dengar, gw pelajarin, gw perhatikan, dan gw ingat. Suka duka relawan Mu’tamar memang tiada duanya, gw sendiri jadi relawan di sub-divisi Humas bagian Media Center. Tugasnya menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh para wartawan beserta kru panitia lain yang tergabung dalam sub-divisi humas dan publikasi.

Testimoni gw ini bukan semata-mata dari sudut pandang pribadi gw yang cuman berstatus sebagai relawan di salah satu divisi kecil dalam kepanitiaan mu’tamar 1 abad Muhammadiyah, namun testimony ini berangkat dari sharing beberapa relawan-relawan lain dari berbagai divisi dalam kepanitiaan mu’tamar.

Beberapa hal yang jadi concern gw setelah kepanitiaan:

1. Adanya perbedaan status relawan Mu’tamar yang tergolong menjadi 2 yaitu: Relawan MURNI dan Relawan KKN. Ternyata usut punya usut system pengawasan dan management para relawan yang notabenenya adalah seorang yang mengambil KKN tematik AMAT SANGAT LEMAH KURANG SEKALI terbukti di berbagai sub-devisi banyak relawan kkn yang tidak kerja, santai, entah kemana dll.

2. Sikap dingin beberapa oknum panitia golongan atas terhadap para relawan, sebagai contoh: Bapak “M” yang membawahi divisi kesekretariatan tertangkap basah secara langsung oleh anak salah satu Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang kebetulan menjadi salah satu relawan murni. “waktu itu gw disuruh ngambil data ‘aisyah umi (Istri Buya Yunahar Ilyas) ke temu sama bapak “M” yang membawahi devisi gw, eh mentang2 gw make ID relawan dicuekin and dikacangin selama 30 menit didepan pintu, padahal jelas2 Bapak “M” melihat keberadaan gw….” Dan setelah sopir PP nelpon Bpk “M” itu untuk menanyakan apakah data ‘asyiah sudah diberikan ke gw?” langsung dah bapaknya bilang gini “OOOOH MAAF MBAK SAYA KIRA ANAK KKN”

3. Saya mendapat keluahan dari teman-teman relawan dari divisi pameran yang mereka dengar dari para pemilik stan di Pameran, mereka merasa terbohongi karena keadaan dilapangan sangat jauh dari apa yang ditawarkan di proposal, ditambah pedagang liar yang tidak terdaftar dalam list peserta pameran. Hal ini dan beberapa factor lainnya membuat sebagian pemilik stan mengaku rugi besar dan tidak balik modal. Gw juga dapet kabar gara2 hak ini juga sempat terjadi insiden baku hantam di arena pameran.

Yah itu sih beberapa concern gw buat acara kemaren, bukan berarti kepanitiaan kemaren jelek karena gw juga sadar betapa sulitnya mempanitiai acara sebesar itu, itu semua hanya berasal dari oknum2 panitia yang kurang bertanggung jawab. Hehehehk …..